Detail Penelitian
Penelitian/Kajian Strategis/Studi
Administrator
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan
KAJIAN PERENCANAAN KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS
Pemanfaatan sumber daya air dan tanah untuk berbagai keperluan, di satu pihak terus meningkat dari tahun ke tahun sebagai dampak pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitasnya, tetapi di lain pihak ketersedian sumber daya air tanah semakin terbatas, bahkan cenderung semakin langka terutama akibat sedimentasi, degradasi dasar sungai, polusi air sungai dan pembukaan tanah tidak terkendali di daerah hulu yang mengakibatkan menurunnya fungsi sumber daya air dantanah. Apabila hal ini tidak diantisipasi secara cepat dan tepat, pada saatnya dapat menimbulkan ketegangan dan konflik akibat terjadinya benturan kepentingan karena permintaan tidak lagi seimbang dengan ketersediaan sumber daya air dan tanah untuk pemenuhannya. Oleh karena itu, perlu upaya secara proporsional dan seimbang antara pengembangan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya air dan tanah, baik dilihat dari aspek teknis maupun dari aspek legal. Sedangkan kerusakan tanah akan berdampak pada resiko kejadian bencana seperti banjir, longsoran, sedimentasi tinggi, degradasi penurunan ketersediaan air saat musim kering. Untuk upaya pelestarian Sumber Daya Air dan Tanah, diperlukan suatu perencanaan terpadu yang berbasis Konservasi wilayah sungai guna menentukan langkah dan Tindakan yang harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengoptimalkan potensi pengembangan sumber daya air (SDA), melindungi, melestarikan dan meningkatkan nilai SDA dan tanah.
WS Kali Brantas mempunyai luas cacthment area sebesar 14.103 km2 yang secara administratif melintasi 15 Kabupaten/Kota dengan total panjang sungai + 320 km. Jumlah curah hujan rata-rata mencapai 2.000 mm/tahun dan dari jumlah tersebut sekitar 85% jatuh pada musim hujan. Potensi air permukaan per tahun rata-rata 11,7 milyar m3. Potensi yang termanfaatkan sebesar 2,6- 3 milyar m3/tahun. Penduduk yang tinggal di wilayah sungai Kali Brantas mencapai 15,6 juta jiwa (2004) atau 42,8% dari penduduk Jawa Timur dan mempunyai kepadatan rata-rata 1.272 orang/km2 atau 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur. WS Kali Brantas mempunyai peran yang cukup besar dalam menunjang Propinsi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Pada tahun 2004, Propinsi Jawa Timur memberikan kontribusi 9.002.025 ton beras atau sebesar ± 16,6% dari total produksi beras nasional. DAS Kali Brantas berbentuk trapesium dengan jumlah sub DAS sebanyak 32 buah. Morfologi sungai Kali Brantas mulai sungai di pegunungan, sungai di daerah transisi, sampai sungai di pedataran atau daerah pasang surut, mempunyai perubahan morfologi. Secara keseluruhan kemiringan lereng di DAS Kali Brantas dapat diklasifikasikan ke dalam kelas kemiringan sebagai berikut: ? 8%, 8-15%, 16-25%, 26-45% dan ? 45%.