Detail Penelitian

PENYUSUNAN KAJIAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA DI KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR UNTUK MENUNJANG PERTUMBUHAN EKONOMI MA
Penelitian/Kajian Strategis/Studi

Rating Penilaian

0
/5

Beri Kami Penilaian

  Administrator

  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan

PENYUSUNAN KAJIAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA DI KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR UNTUK MENUNJANG PERTUMBUHAN EKONOMI MA


Pembangunan nasional Indonesia dilaksanakan dalam koridor Undang-undang Dasar 1945 dan pemerintah sebagai pelaksana didukung oleh partisipasi masyarakat. Dalam pembangunan nasional dorongan pemerintah menciptakan peranan masyarakat sebagai objek dan subjek memacu peningkatan kesejahteraan dan kegiatan ekonomi bangsa dan negara.

Kabupaten Blitar merupakan salah satu kabupaten dengan potensi daerah yang memiliki potensi pariwisata yang beranekaragam. Sebagaimana telah dituang dalam rencana induk pariwisata digolongkan dalam : wisata religi,wisata budaya, dan wisata alam. Dalam panduan pesona wisata Kabupaten Blitar tercatat beberapa obyek wisata yang diandalkan pengembangannya diantaranya menjadi kawasan agrowisata, khususnya di kecamatan Gandusari yang objek wisata terletak di Desa Semen, Desa Krisik, dan Desa Tulungrejo. Sebagian besar potensi wisata yang dimiliki mendukung dikembangkan dalam kawasan wisata agro dan wisata desa sehingga prestasi wisata Kabupaten Blitar bisa berkembang ditunjukan dengan prestasi menerima peringkat juara pertama nasional kelompok sadar wisata tahun 2013.

Pembangunan sektor pariwisata menjadi pendorong perkembangan sektor yang lain. Kondisi ini terjadi karena potensi daerah didukung dengan potensi sumberdaya alam, dan sumberdaya manusia yang dimiliki daerah diarahkan dan dapat berkembang sektor wisatanya, Sehingga pembangunan diarahkan dalam koridor pembangunan wisata daerah dan infrastruktur wisata penujang. Perkembangan sektor industri kreatif akan berkembang sebagai salah satu bagian dalam pembangunan nasional.

Menurut Afandhi (2005), Kebijakan umum Departemen Pertanian dalam membangun pertanian bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, peternak, dan nelayan, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, menunjang pembangunan industry serta meningkatkan ekspor. Untuk itu, usaha diversifikasi perlu dilanjutkan disertai dengan rehabilitasi yang harus dilaksanakan secara terpadu, serasi, dan merata disesuaikan dengan kondisi tanah, air dan iklim, dengan tetap memelihara kelestarian kemampuan sumberdaya alam dan lingkungan hidup serta memperhatikan pola kehidupan masyarakat setempat.

Seiring dengan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dimana titik berat ekonomi daerah berada di kabupaten dan kota sebagai upaya memberikan percepatan pelayanan masyarakat serta mengamati kecenderungan masyarakat sekarang yang ingin mencari suasana baru dalam memperoleh hiburan sekaligus tempat beristirahat, maka kebutuhan penyediaan sarana tempat istirahat sangat diperlukan.

Agrowisata merupakan bagian dari obyek kepariwisataan yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai obyek utama. Tujuannya dapat bervariasi, misalnya memperluas pengetahuan, pengalaman, atau sekedar rekreasi dan mengakrabi bidang pertanian. Pada prinsipnya, agrowisata merupakan kegiatan industri yang mengharapkan kedatangankonsumen secara langsung di tempat pariwisata yang diselenggarakan. Aset utama untuk menarik menarik kunjungan wisatawan adalah keaslian, keunikan, kenyamanan dan keindahan alam. Oleh karena itu factor kualitas lingkungan menjadi modal penting yang harus disediakan, terutama wilayah yang dimanfaatkan untuk dijelajahi oleh wisatawan.

Potensi wisata Kabupaten Blitar pada umumnya dan potensi agrowisata di kecamatan Gandusari dapat menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat menarik dan menjadikan potensi yang bisa dikembangkan. Seperti Hal ini dapat dicapai apabila beragam potensi yang ada dapat digali dan dimanfaatkan sebaik mungkin, serta ditingkatkan kualitasnya. Kualitas yang dimaksud meliputi penambahan faslitas- fasilitas yang ada sehingga dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para wisatawan yang datang. Selain menambah fasilitas yang tidak boleh dilupakan juga adalah pentingnya menjadi keaslian, kenyamanan, dan kelestarian lingkungannya. Pengembangan kawasan kecamatan Gandusari ini, diharapkan dapat mewujudkan keinginan untuk menjadikan kawasan agrowisata ini menjadi daerah tujuan wisata alam dan purbakala di Jawa Timur. Dalam pendekatan stategis hubungan permintaan dan dasar penyediaan produk jasa wisata disajikan dalam gambar hubungan sebagai berikut.

Ditunjukan pendekatan stategis dalam market driven wisata dimana dalam mengembangan pembangunan wisata terdapat kegiatan usaha dan infrastruktur pendukung kebutuhan yang perlu didukung oleh masyarakat, pemerintahan, danswasta. Sejalan dengan dinamika, gerak perkembangan pariwisata merambah dalam berbagai terminologi seperti, sustainable tourism development, village tourism, ecotourism, merupakan pendekatan pengembangan kepariwisataan yang berupaya untuk menjamin agar wisata dapat dilaksanakan di daerah tujuan wisata bukan perkotaan. Salah satu pendekatan pengembangan wisata alternatif adalah desa wisata untuk pembangunan pedesaan yang berkelanjutan dalam bidang pariwisata. Ramuan utama desa wisata diwujudkan dalam gaya hidup dan kualitas hidup masyarakatnya. Keaslian juga dipengaruhi keadaan ekonomi, fisik dan sosial daerah pedesaan tersebut, misalnya ruang, warisan budaya, kegiatan pertanian, bentangan alam, jasa, pariwisata sejarah dan budaya, serta pengalaman yang unik dan eksotis khas daerah. Dengan demikian, pemodelan desa wisata harus terus dan secara kreatif mengembangkan identitas atau ciri khas daerah.

Adapun daya tarik wisata agro yang dapat dikembangkan baik berupa proses budidaya, penangaan pascapanen, pengelolahan hasil,penyajian/transaksi hasil produksi maupun pemasaran hasil dari komoditas pertanian yang meliputi tanaman pangan dan holtikultura, perkebunan, perternakan, perikanan dan kehutanan. Dalam pengembangan wisata agro memiliki beberapa fungsi yang meliputi :

1. Sebagai pusat informasi setempat untuk mengetahui, mengenal, memahami dan menghayati peristiwa kehidupan dan perikehidupan suatu kelompok.

2. Sebagai pusat promosi pariwisata setempat atau pariwisata regional karena sarana dan fasilitas dapat didayagunakan untuk penampilan/keragaan kegiatan social ekonomi dan sosial budaya suatu kelompok masyarakat.

3. Sebagai pemusatan kegiatan suatu kegiatan kelompok masyarakat yang dapat diarahkan dan mewakili semua sector kehidupan bersama yang dibutuhkan kelompok tersebut.

4. Sebagai arena yang dapat mendorong tumbuhdan berkembangnya aspirasi seni dan budaya masyarakat setempat, yang dikaitkan dengan budaya pertanian yang mereka lakukan secara turun menurun.

5. Sebagai salah satu usaha untuk melestarikan mempertahankan kelestarian beberapa varietas tumbuhan dan tanaman yang bersifat khas( Ridjal,1997).

Mengingatkebutuhan kajian pengembangan agrowisata kecamatan Gandusari untu kmenunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi bagian perkembangan potensi wisata di daerah Kabupaten Blitar. Maka disusunlah kajian yang diharapkan akan menjadi dasar pengambil keputusan dalam mengelola dan mendorong perkembangan pengembangan pariwisata daerah di Kabupaten Blitar. Besar harapan kami dalam pelaksanaannya didukung oleh semua instansi dan dinas teknis agar kajian ini dapat berjalan dengan baik dan hasil kajiannya bisa bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Blitar.

Tahun Pelaksanaan : 2017
Tindak Lanjut :

-

Jangan ketinggalan!

Dapatkan kabar dan update terkini dari kami.